@aguskhaidir
Suhail bin Shalih berkisah. Suatu hari,
ia diutus oleh ayahnya menuju perkampungan Bani Haritsah. Suhail pergi
bersama pembantu ayahnya. Di tengah jalan, saat melewati kebun, mereka
mendaati kejadian yang aneh. Ada suara yang memanggil namanya, tapi
tidak dijumpai sosok pemanggil.
Mereka pun melanjutkan perjalanan dengan
menyimpan tanya penasaran. Sekembalinya di rumah, Suhail pun mengisahkan
pengalamannya itu. Tunai mendengarkan kisah anaknya dengan cermat, Abu
Shalih menjawab, “Jika tahu bahwa kau akan menemui kejadian itu, aku
tidak akan mengutusmu.”
“Namun,” lanjut sang ayah kepada putranya
itu, “jika kelak menemui kejadian serupa, kumandangkanlah bacaan adzan
sebagaimana adzan yang dikumandangkan saat masuk waktu shalat.”
Sang ayah menyampaikan demikian karena
pernah mendengar riwayat yang disampaikan oleh Abu Hurairah dari Nabi
Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Beliau yang menjadi imam para Nabi dan
Rasul ini pernah bersabda, “Jika adzan shalat dikumandangkan, setan akan
melarikan diri dengan mengeluarkan kentut.”
Dari riwayat yang dikutip oleh Syeikh
Ibnu Muflih al-Maqdisi ini, kita mengetahui bahwa suara tanpa rupa yang
memanggil Suhail dan pembantu ayahnya merupakan satu di antara sekian
banyaknya cara setan dalam menggoda manusia. Karenanya, Abu Shalih
menyampaikan nasihat kepada buah hatinya agar mengumandangkan adzan saat
menemui kejadian serupa, kelak di kemudian hari.
Yang penting kita ingat-ingat, jika suatu
ketika mengalami kejadian serupa, jangan sekalipun meminta perlindungan
atau permisi kepada jin yang disinyalir menempati lokasi tersebut. Akan
tetapi, mintalah perlindungan kepada Allah Ta’ala sebagai sebaik-baik
pelindung dan pembela.
Senantiasalah membaca ta’awwudz, menyebut
nama-nama Allah Ta’ala yang agung, dan menggunakan kalimat-kalimat-Nya
untuk berdzikir. Bersungguh-sungguhlah dalam melakukan amalan ini, dan
jangan membiarkan hati serta pikiran kosong dari kalimat Allah Ta’ala.
Sebab, jika hati luput dari dzikir dan
bacaan al-Qur’an, maka setan akan bergegas memasuki untuk membisiki dan
menggoda pemiliknya. Waspadalah. Jangan biarkan setan menguasai diri
kita. Sebab, tiada yang didapat bagi siapa yang dikuasai setan kecuali
derita dunia dan janji siksa di akhirat kelak.
Semoga Allah Ta’ala melindungi kita dari godaan setan yang terkutuk. Aamiin. [Pirman/Kisahikmah]

0 komentar:
Posting Komentar